Jumat, 07 April 2017

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DI BIDANG PEMBANGUNAN DAN PEMELIHARAAN YAYASAN BADAN WAKAF SULTAN AGUNG

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Sistem informasi Manajemen (SIM) atau (bahasa Inggris: Management Information System, MIS) yaitu serangkaian sub system informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan. Kegiatan utama dari Semua sistem informasi, yaitu menerima data sebagai masukan (input), kemudian memprosesnya dengan melakukan penghitungan, penggabungan unsur data, pemutakhiran dan lain-lain, akhirnya memperoleh informasi sebagai keluarannya (output).
SIM secara khusus memiliki beberapa kemampuan teknis sesuai yang direncanakan baginya. Dengan kata lain SIM adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang sama. Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas organisasi formal, perusahaan atau sub unit dibawahnya. SIM yang baik adalah SIM yang mampu menyeimbangkan biaya dan manfaat yang akan diperoleh artinya SIM akan menghemat biaya, meningkatkan pendapatan serta tak terukur yang muncul dari informasi yang sangat bermanfaat. Sistem informasi yang baik dapat digunakan tidak hanya untuk penyimpanan data secara elektronik saja tetapi harus mampu mendukung proses analisis yang diperlukan oleh manajemen, karena dengan adanya laporan yang tersaji dengan cepat dan setiap saat dapat diakses tersebut maka keputusan-keputusan yang diambil pun dapat lebih cepat dan tepat terhadap dinamika pasar yang ada.
Dengan adanya SIM ini, sebuah perusahaan mengharapkan suatu sistem yang dapat bekerja secara cepat dan akurat sehingga produktivitas kerja di perusahaan lebih meningkat. Pengembangan SIM canggih berbasis komputer memerlukan sejumlah orang yang berketrampilan tinggi dan berpengalaman lama dan memerlukan partisipasi dari para manajer organisasi. Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari.

1.2    Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas maka  rumusan masalah makalah ini yaitu
1.    Bagaimana memahami Sistem Informasi Manajemen ?
2.    Bagaimana penerapan Sistem Informasi Manajemen di Bidang Pembangunan dan Pemeliharaan YBWSA ?
3.    Perbaikan apa yang dapat dilakukan pada Sistem Informasi Manajemen di Bidang Pembangunan dan Pemeliharaan YBWSA ?

1.3  Tujuan Pembahasan
Adapun tujuan dari pembahasan makalah ini adalah untuk mengetahui dan memahami tentang Sistem Informasi Manajemen, penerapan Sistem Informasi Manajemen di Bidang Pembangunan dan Pemeliharaan YBWSA dan perbaikan yang dapat dilakukan agar Sistem Informasi Manajemen yang ada bisa berfungsi secara optimal dan memberi benefit dalam penerapan kegiatan kerja sehari-hari.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengetian Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen adalah sebuah sistem yang cukup kompleks. Sistem ini dapat berjalan dengan baik apabila semua proses didukung dengan teknologi yang tinggi, sumber daya yang berkualitas, dan yang paling penting komitmen perusahaan. SIM berguna untuk mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem merupakan kesatuan banyak hal yang terintegrasi untuk menjadi sebuah fungsi atau menghasilkan tujuan tertentu. Sistem Informasi Manajemen bertujuan menghasilakn informasi yang berguna untuk perusahaan. Kegiatan ini mendukung proses bisnis perusahaan dan perlu diperhatikan untuk kelangsungan perusahaan. Oleh karena itu, komitmen perusahaan untuk menjalankan Sistem Informasi Manajemen haruslah sangat tinggi agar proses yang terjadi dilantai produksi menjadi menguntungkan bagi perusahaan. Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang menyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis. Sehingga SIM adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.
Sampai pada tahun 1960-an, peran sistem informasi masih sederhana yakni, memproses transaksi, menyimpan data, accounting dan aplikasi proses data elektronik (electronic data processing) lainnya. Kemudian pada tahun 1970-an, informasi spesifikasi awal produk yang dibuat oleh information reporting systems tidak dapat memenuhi kebutuhan pengambilan keputusan manajemen. Oleh karena itu dibuatlah konsep decision support systems (DSS), fungsi system ini adalah menyediakan dukungan interaktif kepada manajemen untuk proses pengambilan keputusan mereka.
Memasuki tahun 1980-an, perkembangan yang cepat dari tenaga proses mikrokomputer, aplikasi perangkat lunak dan jaringan telekomunikasi menimbulkan apa yang disebut dengan end user computing. Kemudian konsep executive information systems (ESS) dibangun, dimana sistem informasi ini memberikan jalan yang mudah bagi manajemen atas untuk mendapatkan informasi kritikal yang diinginkan ketika sedang dibutuhkan. Pengembangan dan aplikasi dari teknik kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) member gebrakan baru dalam sistem informasi bisnis. Sistem pakar atau expert systems (ES) dan sistem berbasis pengetahuan membuat peran baru bagi sistem informasi. Sebuah peran baru yang penting lagi bagi system informasi muncul di tahun 1980-an dan diharapkan terus berlanjut sampai ke tahun 1990-an. Peran tersebut adalah konsep peran strategis (strategic role) dari sistem informasi yang disebut strategic information systems (SIS). Pada konsep ini, sistem informasi diharapkan dapat memainkan peranan langsung dalam mencapai tujuan atau sasaran strategis dari perusahaan. Hal ini memberikan tanggung jawab baru bagi system informasi di dalam bisnis, apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini.
Dari ruang lingkup di atas, beberapa ahli telah memberikan rumusan tentang sistem informasi manajemen, antara lain :
1.    SIM adalah pengembagan dan penggunaan sistem-sistem informasi yang efektif dalam organisasi-organisasi (Kroenke, David, 1989)
2.    SIM didefinisikan sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai yang mempunyai kebutuhan yang serupa. Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang telah terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi di masa depan. Informasi tersebut tersedia dalam bentuk laporan periodik, laporan khusus dan output dari simulasi matematika. Informasi digunakan oleh pengelola maupun staf lainnya pada saat mereka membuat keputusan untuk memecahkan masalah (Mc. Leod, 1995)
3.    SIM merupakan metode formal yang menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada manajemen untuk mempermudah proses pengambilan keputusan dan membuat organisasi dapat melakukan fungsi perencanaan , operasi secara efektif dan pengendalian (Stoner, 1996)
Dari definisi-definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan, bahwa SIM adalah suatu sistem yang dirancang untuk menyediakan informasi guna mendukung pengambilan keputusan pada kegiatan manajemen dalam suatu organisasi.

2.2  SIM dalam Bidang Pembangunan dan Pemeliharaan YBWSA
Di era ini perkembangan teknologi tidak lagi menjadi suatu pembicaraan yang baru. Bagi mereka yang tidak bisa mencicipi teknologi, mereka tidak hanya dianggap ketinggalan zaman tetapi juga harus merasa rugi atas meningkatnya kekayaan ilmu dibidang sains ini. Perkembangan teknologi yang sangat pesat juga diimbangi dengan merambahnya sistem informasi ke hampir semua lapisan yang bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan kesempurnaan yang lebih kepada kehidupan manusia.
Dewasa ini begitu banyak muncul perusahan – perusahaan yang menawarkan produk dan jasa bagi konsumen, akan tetapi dengan begitu banyak nya perusahaan ini membuat kompetisi di industri ini juga semakin ketat. Sebuah perusahaan membutuhkan hal hal tambahan lain berguna untuk menunjang kinerja produktivitas perusahaannya. Sistem informasi dianggap suatu hal yang menempati posisi terpenting sebagai faktor penunjang atau pendukung produktivitas dan efisiensi perusahaan guna meningkatkan competitive advantages berdasarkan competitive priorities seperti quality, cost, delivery, dan flexibility.
Dengan adanya sistem informasi manajemen ini, sebuah perusahaan mengharapkan suatu sistem yang dapat bekerja secara akurat dan cepat sehingga produktivitas kinerja di perusahaan lebih meningkat.
Sistem informasi merupakan ilmu yang sangat luas jangkauan nya sehingga mampu meningkatkan kinerja di bagian operasi, sdm, pemasaran dan keuangan. Salah satu contoh Badan Usaha yang menerapkan Sistem Informasi Manajemen adalah Yayasan Badan Wakaf  Sultan Agung yang bergerak di bidang pendidikan dan kesehatan. Salah satu bidang yang memiliki peran sangat penting adalah Bidang Pembangunan dan Pemeliharaan Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung.
Bidang Pembangunan dan Pemeliharaan Yayasan Badan wakaf Sultan Agung adalah bidang yang berfungsi untuk melakukan kegiatan Pembangunan (gedung beserta infrastrukturnya), Pengadaan (proyek maupun non proyek) dan Pemeliharaan (pekerjaan sipil, mekanikal, elektrikal). Bidang Pembangunan adalah satu diantara Bidang lain di YBWSA yang sudah menerapkan Sistem Informasi Manajemen, tetapi dalam perjalanannya Sistem tersebut dirasa kurang optimal karena semakin kompleksnya permasalahan yang harus dihadapi dan semakin banyaknya lingkup pekerjaan yang harus diselesaikan dalam satu waktu tertentu.
Hal-hal yang membuat Sistem Informasi Manajemen yang sudah ada menjadi kurang Efektif adalah :
a.         Bagian Pembangunan
Semakin banyak gedung yang harus dibangun dalam satu waktu mengkibatkan sistem pengawasan kualitas pekerjaan yang ada di lapangan harus diperbaiki selain itu juga sistem pengecekan kualitas dan jumlah kedatangan material dengan semakin banyaknya variasi jenis material yang ada dalam satu gedung perlu dikelompokkan dan dilakukan pendataan.
b.         Bagian Pengadaan
Bagian pengadaan adalah bagian dengan kompleksitas pekerjaan yang paling tinggi dikarenakan bagian ini menangani pengadaan Proyek dan Non Proyek, masalah yang sering terjadi adalah terjadi selisih jumlah antara yang dipesan dengan yang datang, tidak adanya dokumen harga barang, sering terjadi keterlambatan pembayaran dikarenakan tidak adanya dokumen berita acara pengecekan barang.



c.         Bagian Pemeliharaan
Semakin banyak pembangunan yang terjadi dan semakin banyak jumlah alat/barang yang diadakan tentunya membuat tugas bagian pemeliharaan semakin banyak. Permasalahan yang sering tejadi adalah tidak adanya data yang pasti jumlah inventaris yang harus dilakukan pemeliharaan dan tidak ada catatan tentang jadwal pemeliharaan suatu bangunan dan alat.

2.3  Perbaikan dan Penyempurnaan SIM di Bidang Pembangunan dan Pemeliharaan YBWSA
Sistem Informasi selalu dibutuhkan untuk memproses data yang dihasilkan oleh dan digunakan dalam operasi bisnis. Sistem pendukung operasi semacam ini menghasilkan berbagai produk informasi yang paling dasar untuk dapat digunakan oleh para kepala bagian untuk diproses sebagai informasi. Pemrosesan lebih jauh oleh sistem informasi manajemen biasanya dibutuhkan. Peran dari sistem pendukung operasi perusahaan bisnis adalah untuk secara efisien memproses transaksi bisnis, mengendalikan proses industrial, mendukung komunikasi dan kerjasama perusahaan, serta memperbarui database perusahaan. Secara garis besar Sistem Operasi yang harus diperbaiki di Bidang Pembangunan YBWSA dibagi menjadi beberapa macam yaitu:
a.         Transaction Processing System (TPS)
Transaction Processing System merupakan bagian yang penting dari sistem pendukung operasi yang bertugas mengolah dan merekam data laporan dari transaksi bisnis.
Bagian Pengadaan dalam melakukan transaksi belum didukung oleh perangkat sistem komputer yang memadai untuk melakukan input transaksi. Sebagai dasar melakukan transaksi adalah adanya permintaan, (berupa surat pengajuan jika barang berupa non proyek dan berupa Bill of Quantity jika barang tersebut berupa barang proyek) kemudian dilakukan pengecekan anggaran yang ada apakah cukup untuk melakukan pembelian atau tidak.
Pada Bagian Pengadaan diperlukan sebuah sistem pencatatan transaksi berupa jumlah barang, harga barang, jadwal kedatangan dan cara pembayaran. Setelah data tersebut diinput kemuadian diproses menjadi sebuah informasi untuk kemudian diteruskan ke unit yang ada di lapangan dan ke bagian yang bertanggung jawab untuk mengurus sistem pembayaran. Semua data transaksi akan tersimpan didalam file server agar bisa diakses langsung oleh Ketua Bidang sebagai pengawas kegiatan operasional dan bisa dipantau langsung oleh Ketua Umum Yayasan
b.         Enterprise Collaboration System (ECS)
Bidang Pembangunan dan Pemeliharaan YBWSA telah membanguna jaringan komunikasi dengan user (RSI Sultan Agung dan UNISSULA), pihak internal, supplier, dan pihak lainnya yang terkait dalam system. Komunikasi yang ada berupa penyampaian informasi yang berkaitan dengan tim pendukung, kelompok kerja, peningkatan komunikasi dan produktivitas bidang dalam melaksanakan pekerjaannya dan otomatisasi pekerjaan. Misalnya memfasilitasi dalam elektronik mail untuk mengirim dan menerima pesan elektronik, menggunakan videoconference, menggunakan layanan pesan instan berupa BBM, WA, Line dan lain-lain untuk menyampaikan informasi secara real time.
System ini juga digunakan untuk keperluan koordinasi dan pertukaran informasi di internal perusahaan, misalkan antar bidang yang satu dengan yang lainnya, antar staff lapangan dengan staff yang ada di kantor akan dihubungkan ke dalam satu jaringan sehingga koordinasi dan pertukaran informasi dapat mudah dilakukan.
Kedepannya Bidang Pembangunan dan Pemeliharaan juga harus menerapkan sistem informasi online yang dapat diakses oleh Pembina Yayasan, Pengurus Yayasan dan orang-orang yang diberi ijin untuk dapat memantau langsung kegiatan yang dilakukan oleh pembangunan terkait progress kemajuan proyek, anggaran yang sudah terserap dan rencana pekerjaan yang akan dilakukan. Sistem Informasi online ini terbagi atas tiga menu yaitu :
1)        Menu pertama adalah log in account untuk para pihak yang diberikan otoritas untuk melihat informasi yang ada di Bidang Pembangunan dan Pemeliharaan.
2)        Menu yang kedua adalah Pilihan informasi apa yang ingin diakses dan ingin diketahui berikut juga bisa memberikan komentar berupa saran dan masukan  yang ingin disampaikan.
3)        Menu ketiga adalah help features yakni cara Bidang Pembangunan dan Pemeliharaan  untuk berkomunkasi dengan pihat yang mangakses informasi online tersebut melalui email dan telepon bebas pulsa.
c.         Management Support System
Sistem ini pada hakekatnya muncul ketika aplikasi Sistem Informasi berfokus pada penyediaan informasi dan dukungan dalam pengambilan keputusan yang efektif oleh para Ketua Bidang dan Ketua Bagian. Karena menyediakan informasi dan memberikan dukungan dalam pengambilan keputusan oleh semua level Ketua bidangn dan Ketua Bagian adalah tugas yang cukup sulit, maka diperlukan suatu sistem pendukung operasi yang disebut dengan sistem pendukung manajemen.
d.        Management Information System (MIS)
Sistem Informasi ini menyediakan informasi dalam bentuk laporan dan tampilan kepada para ketua bidang dan ketua bagian . Contohnya kepada ketua bidang yang dapat menggunakan informasi melalui jaringan komputer, dan mengakses tampilan tentang kemajuan progress pelaksanaan di lapangan, jumlah kedatangan material dan sekaligus mengevaluasi hasil pekerjaan yang dibuat oleh masing-masing staf Bidang Pembangunan.
e.         Decision Support Sistem (DSS)
DSS Merupakan suatu sistem yang memberikan dukungan komputer secara langsung kepada seorang ketua bidang dalam proses pengambilan/pembuatan keputusan. Seorang Ketua Bidang dapat menggunakan DSS untuk menentukan bagaimana solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada di lapangan yang bisa menjadi lintasan kritis suatu proyek sehingga bisa menyebabkan terhambatnya kemajuan progress pekerjaan. DSS menyediakan informasi yang dibutuhkan bagi Ketua Bidang secara interaktif dengan menggunakan berbagai model analisis, simulasi dan lain sebagainya.
Penggunaan sistem informasi berbasis komputer (Computer-Based Information System) yang digunakan oleh Bidang Pembangunan untuk mendukung keseluruhan kegiatan akan bisa terlihat pada masing-masing bagian yaitu :
1)        Melakukan rekap transaksi pengadaan
2)        Mengirim informasi transaksi material ke saff di lapangan
3)        Melacak persediaan
4)        Memberikan informasi kedatangan barang
5)        Memberikan informasi item pekerjaan di lapangan
6)        Memberikan informasi kemajuan progress pekerjaan
7)        Mengevaluasi progress pekerjaan berdasar jadwal pelaksanaan
8)        Membuat jadwal kedatangan material
9)        Membuat jadwal pembayaran material
10)    Membayar gaji karyawan
11)    Membuat jadwal perawatan berkala
12)    Mengevaluasi kinerja masing-masing staff



BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Dengan adanya SIM ini, sebuah perusahaan mengharapkan suatu sistem yang dapat bekerja secara cepat dan akurat sehingga produktivitas kerja di perusahaan lebih meningkat. Pengembangan SIM canggih berbasis komputer memerlukan sejumlah orang yang berketrampilan tinggi dan berpengalaman lama dan memerlukan partisipasi dari para Ketua Bidang dan Ketua Bagian. Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kesukesan penerapan sistem informasi, antara lain adanya dukungan dari Ketua Umum, Ketua Bidang, keterlibatan end user (pemakai akhir), penggunaan kebutuhan perusahaan yang jelas, perencanaan yang matang, dan harapan perusahaan yang nyata. Sementara alasan kegagalan penerapan sistem informasi antara lain karena kurangnya dukungan Ketua Umum, Ketua Bidang dan input dari end-user, pernyataan kebutuhan dan spesifikasi yang tidak lengkap dan selalu berubah-ubah, serta inkompetensi secara teknologi.



DAFTAR PUSTAKA

Ariefiani R. 2010. Faktor penentu kesuksesan dan kegagalan pengembangan sistem informasi di suatu perusahaan. http://rizma.blogstudent. mb.ipb.ac.id.
Gunton. 1993. A Dictionary of Information System & Computer Science. McGraw-Hill: New York.
Kudang B. Seminar dan Solahudin, MS. 2010. Pemahaman Teknologi Informasi dan Sistem Informasi. FATETA. IPB : Bogor
Leitch, R. A. 2004. The Chiropractic Theories: A Textbook of Scientific Research. Lippincott Williams and Wilkins: New Jersey.
O’Brien & Marakas. 2011. Management Information System Tenth Edition. c.Graw- Hill Companies: New York.

Sutanta, Edhy. 2003. Sistem Informasi Manajemen. Graha Ilmu: Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DI BIDANG PEMBANGUNAN DAN PEMELIHARAAN YAYASAN BADAN WAKAF SULTAN AGUNG

BAB I PENDAHULUAN 1.1     Latar Belakang Sistem informasi Manajemen (SIM) atau (bahasa Inggris: Management Information System , MIS...